Rabu, 19 Desember 2018

Tentang RUMAH TANGGA

- RUMAH TANGGA -

Rumah yang isinya berbagai macam ujian...

Ada yang diuji dengan MATERI atau PEREKONOMIAN
-> misal materi/penghasilan istri lebih besar dari suami, sehingga suami merasa kurang wibawa di depan istri. Atau yang materinya sangat pas-pasan sehingga membeli susu aja harus irit.

Ada yang diuji dengan ANAK
-> misal ada pasangan yang susah dikaruniai anak mesti dengan perjuangan yang sedemikian rupa. Atau yang ketika anaknya lahir ternyata tidak sesempurna yang dibayangkan.

Ada yang diuji dengan SIFAT PASANGAN
-> ada yang diberi pasangan yang sangat keras kepala, pemarah, kasar bahkan sampai KDRT, atau yang menyakiti/berkhianat dengan selingkuh.

Ada yang diuji dengan MERTUA
-> peran mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga dan hubungan mertua-menantu yang kurang baik/dekat.

Ada yang diuji dengan ORANG KETIGA
-> ada yang sudah diberi pasangan baik-baik, keluarga sempurna, namun tetap tergoda dengan orang ketiga atau bahkan sampai menerima kehadiran orang ketiga tersebut dalam rumah tangganya.

dan lain-lain.. you named it!

Berat juga yaaa masalah-masalah di rumah tangga, kompleks, rumit, never ending story. Dulu sebelum nikah aku suka aneh dan tabu dengar perceraian. Dan terheran-heran kenapa mereka berpisah, kok egois sekali tidak memikirkan perasaan anak, kenapa ga bersatu aja demi anak, disabar-sabarin aja pak.. bu..

Hmmm yess itu pandanganku dulu loh yaa sebelum nikah. Pas nikaahh jreng jreng.. lebih realistis aja dong yaa.. bahwa DIVORCE bukanlah hal yang aneh atau egois. Yep, aku sering denger quote "TWO HOME IS BETTER THAN ONE WAR ZONE". Sama sekali gak egois, mereka yang divorce bukanlah tanpa perjuangan darah dan air mata loh yaa mempertahankan memperjuangkan rumah tangga mereka, pasti mereka sudah berusaha bersatu, tapi hasilnya NO, it's DONE!. Anakpun tidak akan bahagia jika melihat orang tuanya sudah tidak saling menyayangi, bahkan saling menyakiti.

Dan refer to article yang aku pernah baca di TheUrbanMama, rumah tangga itu bukan untuk dijalankan, tapi DIUSAHAKAN. Dan butuh kedua belah pihak untuk mempertahankannya.
Hmm.. self reminder juga buat aku.

Ditulis ketika lg rame-ramenya berita pasutri artis GG yg akan cerai while mostly netizen pd #save(namaAnaknya). Well you did not walk on their shoes, please be respect whatever their decision. Happy Parents = Happy Kids! :))

*credit to my Momillenials squad si selebgram cihuy Awvika hahaa, TheUrbanMama, with a bit editing :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar