Rabu, 21 Maret 2018

[ReShare] Tentang Me Time Ibu

Haaloo.. sudah lama ga ditengok, hehee.
Dan lagi-lagi aku masih no idea nih mau nulis apa. Eh tepatnya banyak sih yang mau ditulis dan back date lamaaa banget tapi bingung mau yang mana dulu wkwk.

Tapiii ini aku nemu tulisan bagus dari bapake si Jiwo, hehee.
Tentang salah satu me time buibuk juga sih, check this out.

=====quote=====

Jiwo, ini bapak.

Saat bapak menulis ini, ibu sedang berkemas, dia akan melakukan perjalanan ke luar kota, sendirian. Ini perjalanan ke tiga yang dia lakukan bulan ini. Bapak membiarkannya, meskipun tau, mengurus kamu tanpanya hitungan hari itu bukan hal yang mudah. Kenapa? Karena bagi bapak, membuatnya bahagia adalah membuat keluarga kita selalu bahagia.

Tiga tahun lalu, bapak pernah kecolongan, ibu kena serangan Post Partum Depression. Depresi yang membuat ibu kamu kerap menangis dan menjerit tanpa alasan. Depresi yang nyaris menghancurkan keutuhan keluarga kita, andai saja Gusti tidak langsung ambil bagian. Kenapa bisa kecolongan? karena dulu bapak membiarkan dia menjadi seorang ibu, tanpa mempersilakan dia menjadi dirinya sendiri.

Ibu kamu itu senang plesiran, jalan jalan. Selain menulis, cara dia berbahagia adalah dengan naik kereta api, pergi jauh dan senang-senang sendirian. Bapak nggak ingin, kehadiran bapak dan kamu dalam hidupnya, membuat dia kehilangan cara-cara itu. Meskipun sudah jadi ibu, dia tetap berhak melakukan apa yang menurutnya menyenangkan. Bapak nggak mau, status pernikahan yang bapak kasih untuknya, membuat dia terkurung dan terkekang.
 
Bagi bapak, pernikahan dan rumah tangga adalah kerja sama. Kerja sama untuk sama sama bahagia. Kita bertiga itu satu tim, dalam rangka menyelesaikan misi seumur hidup, menjadi keluarga utuh dan mesra selamanya. Kalau akhirnya ibu terpaksa mengikat kakinya pada rumah tangga ini, tanpa bisa melakoni cara-cara bahagia yang dia suka, bapak akan merasa gagal menjadi pemimpin tim.
Jadi selama keluyuran ibu nggak menganggu kondisi ekonomi keluarga kita, nggak juga membuat kamu kehilangan sosoknya, bapak akan memberi restu dengan senang hati. Dia boleh pergi kemanapun dia mau, melakukan apapun yang dia suka, dia bapak persilakan menempuh cara bahagia yang dia pilih. Ibu, juga kamu, adalah anggota tim yang merdeka.
 
Jiwo,
Dalam satu tahun, bapak punya jatah cuti 12 hari. Ditambah libur seminggu sekali, bapak punya waktu libur 60 hari dalam setahun. Itu karena bapak bekerja di kantor, dan kantor bapak nggak memperkerjakan karyawannya setiap hari. Di waktu libur itu, bapak bebas mau apa saja. Bapak bisa pergi main, tidur seharian sama Jiwo, atau utak atik mobil.
Tapi beda dengan ibu. Menjadi istri dan ibu rumah tangga itu nggak ada cutinya. Kamu harus dijaga dan diurus 24 jam setiap harinya, seminggu penuh. Apalagi kalau salah satu dari kita sakit, ibu merangkap jadi dokter sekalian tukang pijat. Ibu jadi suster, jadi tukang bersih-bersih sendirian, jadi koki, jadi tukang cuci, jadi semuanya untuk kita. 
 
Jadi sesekali, bapak kasih dia cuti. Libur dan bebas dari urusan keluarga. Senang-senang dengan dirinya sendiri, kalau perlu bapak kasih sangu kalau bapak lagi ada rejeki lebih. Entah nongkrong di cafe sama teman-temannya, habiskan berjam-jam di salon, atau tamasya berhari-hari sendirian. Bapak percaya, kebahagiaan dia adalah kebahagiaan keluarga kita. Karena kalau salah satu anggota tim nggak bahagia, bagaimana bisa kita kerja sama menyelesaikan misi selamanya utuh dan mesra?
 
Jiwo,
 
Kamu jangan khawatir, kalau ibu lagi senang-senang sendirian, kamu sama bapak. Kita cuci mobil berdua sambil semprot-semprotan di halaman, kita ke indomaret beli thomas mumpung nggak ada yang cerewet larang-larang, kita mandi bareng yang lama, kita bakar sampah di belakang sambil kejar-kejar ayam, kita bikin jagung kukus pakai susu, kita nonton Cars berulang-ulang selagi tukang sinetron pergi jauh.
 
Kamu jangan takut, sesering apapun pergi, dia akan tetap menjadi ibu dalam keluarga ini. Tahun lalu, dia pernah dapat perjalanan gratis ke Bandung dan Lombok di waktu yang berdekatan. Kalau mau, dia bisa saja terbang ke Lombok langsung dari Bandung. Tapi ibu nggak ambil pilihan itu, dia nekat pulang ke Purwokerto dulu meskipun punya waktu nggak sampai 24 jam. Cium kamu dan memastikan semua keperluanmu masih dalam kondisi siap. Kenapa? Karena ibu adalah ibu.
 
Jiwo,
Bapak berjanji pada kalian untuk memberi kemerdekaan, merdeka memilih cara bahagia. Jadi kamu dan ibu juga harus janji sama bapak, bantu keluarga kita untuk utuh dan mesra selamanya. Hiduplah yang senang, Jiwo. Hiduplah yang senang.
 
=====unquote=====