Kamis, 23 November 2017

a newbie Blogger at Mommynesia

Hai!

Sore itu Rabu 1 Nov 2017, ceilee.. aposehh 😆😅
Jadiii awal bulan gw ditlp sm Mba Afifah dr Mommynesia, sebuah platform utk informasi2 ttg parenting, ibu dan anak, babycare, kehamilan, dll.. yaa macem theurbanmama & mommiesdaily gitu kali yaa..

Gw diajak join utk mengisi artikel di kategori "BLOG", duuh smpt bingung ambil gak yaa tawaran inii secara aim blogger receh kan di personal blog ini aja jarang bgt update smp berdebu kan hahaa.
Ohya dia sendiri tau guenya ya random aja kali ya, mgkn dr IG kali scara first time dia ngontak gw by dm ig berlanjut ke WA.

Pas diskus sm paksu, yoweess terima aja tawarannya, toh katanya gw udh biasa review atau share apapun, ya sambil cerita2 trg keseharian aja, aplg itu berbayar jg sih hehee lumayan lah yaa buat uwit jajan 😍.

Jadilah gw join.. sign kontrak kerja sama & isi personal datanya. Nah gw kudu submit min 2 artikel/minggu, min 100kata dan 3foto di setiap artikelnya. Ok sip.

Lalu gw jg diinvite di grup Blogger Mommynesia, udah lmyan banyak ada 20an emak2 deh, yeaay seeruuu ketemu temen2 baru buibuk hebat dan inspiratif dr bbg background.. ada yg guru, dokter, blogger, ibu dgn anak berkebutuhan khusus, smp mantan artis jg dulu dia presenter acara travelling di Kompas TV!. Keep inspiring yaa buibuk.. dan mohon bimbingannya kpd newbie ini hehee..

Well, smg yg aku share bisa bermanfaat dan bisa konsisten menulis.
Berikut linknya..

mommyasia.id/blog/elfinalestari

Rabu, 15 November 2017

Dira Milestone (7-12mos)

😘😘😘









Dira Milestone (1-6mos)

😘😘😘












Boys will be Boys

Hiii...
pas bgt lg mikirin inii..pas jg lg viral curhatan si emak dibawah ini, hahaa..
iniii loh si lakik yaa mentang2 cicilan kendaraannye udh kelar, lgsg wishlistnye bnyk ajah.. yaa diluar yg buat rumah, perabot, n keluarga, eh ada jg yg buat die sendiri..haduuh, recently doi pgn :
1. PS or X-Box
2. Vespa Classic Second.
wkwk gilingan emang..so far sih msh gw tolak yaa, no no ga ada budget buat itu.
Tapi pas baca status emak ini jd think twice lg hahaa..
copas yee makk.. :D

==========
Bini jaman now!
Dear emak-emak tersayang,
Jangan pelit-pelit lahh ama suamik yahh..
Apalagi kalo mereka punya hobby yang ga aneh-aneh, kaya suka beli mainan, atau suka beli kaset jadul, atau miara burung, atau maen PS, atau isak-isik motor klasik atau apalah yang kita tau, mereka juga nyimpennya dirumah, maininnya dirumah, majangnya dirumah, ngotorin rumah, bikin rumah sempit makin seseg dengan hobbynya, jangan keseringan diomelin makk..
Kaga pape makk...
Mendingan gitu kan ya, kita tau, kita ngerti, kita ngeh sama sukaannya mereka, ngerti duit laki kita larinya kemana, yekaaannn...
Daripada suami kok kaya ga punya hobby, tapi demennya bepergian, duitnya abisnya ga tau buat apaan, nah lho...
Malah bahaya kann...
Mereka tuh layaknya anak cowok,
Iya anak cowok, yang badannya gede..
Iya badan doang gede, tapi kelakuan ya masih 11-12 ama anak toddler kita dirumah..
Ngrengeknya ya masih sama kaya anak kita kalo minta mainan..
Cuma bedanya mainannya aja yang sekarang jadi lebih mahal..
Jangan galak-galak ya emak-emak, jangan pelit-pelit sama suamik..
Mereka kan juga capek, penat, kerja tiap hari, duitnya dikasih ke kita,
Biarin aja deh mereka punya hobby, daripada stress, terus kerjanya ga semangat yekaann...
Yang penting kita mah tau duitnya larinya kemana buat apa..
Yang penting juga setoran tiap bulan ga telat, ga berkurang, eh sukur-sukur malah ditambahin karena kita baik, wkwkwk..
Kalo udah kebablasan, ya tinggal dikasitau, "diirit pah kebutuhan anak-anak masih banyak.."
Pasti mereka tau kok, hihihihi..
Iya kan pap Decky Chandra

-Mariana Dewi 'Wei' Soehartono-

Selasa, 14 November 2017

Ibuk Butuh Piknik

hayhuuy.. pgn ngBlog keseharian lg tp bingung dr mana wkwk.
Anw berhub ibuk hectic bgt recently, jd pingin piquenique dwehh..
ehh kebetulan abis baca tulisan bagus Ibu Sarra Risman jg 😍😍

==========
Jalan-jalanlah. Menabunglah khusus untuk jalan-jalan. Tidak perlu jauh. Apalagi keluar negeri. Indonesia punya banyak sekali objek wisata yang bisa didatangi.
Ibu saya suka sekali jalan-jalan. Sebelum usia saya 5th, masyallah tabarakallah saya sudah menikmati pelangi di Hawaii, Disneyland di los angeles, berfoto dengan Merlion-nya singapura, sudah berlarian di kaki-kaki Eiffel, nengok fir’aun dari dalam pyramid, melihat kota miniature di Swiss, mampir ke Vienna, singgah di Belgi, mencium tulip asli di Belanda, menyaksikan pertunjukan buaya di perternakannya di Thailand, dan tentunya mengelilingi baitullah.
Ibu saya, kalau punya uang sedikit, mikirnya ‘ayo.. kita mau kemana’. Liburan panjang selalu di isi jalan-jalan. Nggak punya uang naik pesawat, naik kereta. Nggak punya uang naik kereta, naik mobil. Saya ingat ketika kami berhari-hari bermobil melintasi keseluruhan pulau Sumatra untuk sampai ke aceh. Gedean dikit, kami berhari-hari juga di mobil untuk naik dari florida ke new York untuk melihat Niagara falls. Di perjalanan kami berhenti ke pabrik coca cola, melihat restoran pertama kolonel sander’s nya KFC, rumahnya Elvis Presley dan masjid pertama dan tertua di amerika. Kaya? Boro-boro. Ibu saya memasak bertahun-tahun, menjaga puluhan bayi, ngosrek kamar mandi, terima jaitan. Tidak dari uang gaji kerja kantoran.
Memberikan anak-anak mainan, tidak akan diingat, yang ada baru 3 hari bosan, dan 3 minggu berikutnya sudah rusak. Tapi mengajak anak jalan-jalan, kenangan nya akan lebih membekas, ia akan ingat sampai lama. Belum lagi biasanya kan diabadikan dengan foto, memorinya akan dibagikannya ke anak-anaknya, dan anak-anaknya anaknya kelak. Hadiah yang bertahan seumur hidup dalam bentuk cerita.
Cara mengasuh itu diturun-temurunkan jadi saya pun kini demikian dan anak-anak saya sangat menyukainya. Tidak perlu ke berlin, ke kota di pulau sebelah pun cukup. Dengan jalan-jalan kita menambah ilmu, wawasan dan pengalaman, dan itu mengayakan jiwa. Nikmati makanan setempat, lihat apa yang menjadi ciri khas budayanya. Perjalanan singkat kami ke Palembang 2 bulan lalu memberikan banyak sekali pengalaman ke anak-anak. Dari airport saja, kita sudah bisa bercerita tentang Sultan Mahmud Badaruddin. Trip ke stadium jakabaring membuka diskusi dari topik Asean games sampai ke bahasan korupsi. Kami juga mengunjungi museum quran raksasa di sana. Yang per lembarnya di pahat di kayu-kayu besar 3 kali pintu biasa. Sisanya? Melintasi jembatan ampera saja mereka sudah gembira, apalagi kalau berkesempatan menikmatinya dari resto pinggir sungai untuk view malam yang indah. Mereka makan mpek-mpek berkali-kali sehari, sudah seperti nasi saja. Belum lagi mengagumi pembangunan LRT yang jauh lebih maju dan cepat dari Jakarta. Dari satu objek wisata ke objek wisata berikutnya, ayahnya menceritakan tentang kerajaan sriwijaya, yang karena tumbuh di luar, saya pun tidak mengetahuinya.
Objek wisata yang TIDAK di kunjungi saja bisa jadi pelajaran. Kami jadi bisa menjelaskan kenapa kita tidak mengunjungi pulau kemaro yang ada pagoda nya, dengan harapan semoga ketika mereka dewasa dan berkelana tanpa kami nanti, mereka juga tidak mendatangi rumah peribadatan agama lain yang masih aktif digunakan. Kami mencoba mie celor yang ternyata tidak cocok di lidah. Mereka berkesempatan juga shalat jumat di masjid cheng hoo, dan mama nya jadi terpaksa meng-google tentang kaisar cina itu agar bisa bercerita. Disela-sela waktu, saya pun sempat bersilaturrahmi dan bertemu dengan teman-teman grup wa yang ada disana. Kami di Palembang cuma 50 jam saja, tapi pengalaman bagi saya dan anak-anak sudah sungguh luar biasa
Berjalan-jalanlah. Terutama jika anak anda sudah lebih dari 7th usia. makan pagi di finland dan makan siang di maladewa. shalat ashar di sabang dan isya di surabaya. jalan-jalanlah. tidak perlu ke raja ampat, garut juga menawarkan kenikmatan alam tiada tara. main air, naik gunung, masuki gua. rasakan wisata lidah beragam rupa. Nikmati bumi allah yang luas ini sebelum tutup usia. Jalan-jalanlah. Kenangan yang anda tinggal pada anak-anak dengan membawanya berkelana, jauh lebih berharga dari mainan yang sering anda belikan untuk mereka…dan akan bertahan jauh lebih lama.
“Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu (Q.S 71:19-20)
“Dunia ini bagaikan buku raksasa. Dan mereka yang tidak melakukan perjalanan, hanya membaca satu halaman saja” -St. Agustine

Kiss
Ibuk Fina 😘